Makna Cinta dalam Suatu Hubungan

Ilustrasi pasangan menemukan makna cinta Ilustrasi pasangan menemukan makna cinta

Sulit mendefinisikan cinta karena persepsi setiap orang bisa berbeda. Masih banyak yang bingung antara nafsu, ketertarikan lawan jenis, dan persahabatan. Oleh karena itu, tidak ada definisi terbaik mengenai cinta. Bahasa tubuh dapat diartikan sebagai cinta. Bentuk emosi dan luapan perasaan juga disebut sebagai cinta, namun orang akan begitu cepat menyadari bahwa itu bukan cinta. Untuk lebih jelasnya, berikut ini pemahaman terkait perasaan cinta.

Definisi Cinta Secara Umum

Definisi cinta secara umum adalah emosi paling mendalam yang dialami manusia. Perasaan ini merupakan kombinasi dari ketertarikan dan kedekatan. Orang-orang terdekat itu bisa orang tua, saudara, teman, atau bahkan hewan peliharaan. Cinta yang muncul dalam hubungan ini didasarkan pada ketertarikan atau kasih sayang.

Berbagai Macam Definisi Cinta

Apabila diberi pertanyaan "Apa arti cinta bagimu?", jawaban setiap orang akan berbeda. Menurut kamus Cambridge, cinta adalah ketertarikan terhadap lawan jenis yang terjadi pada orang dewasa, atau emosi yang kuat untuk menyayangi teman dan keluarga. Cinta juga didefinisikan sebagai penggabungan beberapa emosi, diantaranya kepedulian, kasih sayang, kesabaran, dan tidak cemburu.

Makna Cinta Menurut Kepercayaan

Menurut Alkitab, cinta bukan tentang hal romantis, melainkan kasih tuhan tanpa syarat pada umatnya. Di dalam agama Islam, cinta adalah limpahan kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluknya. Kepercayaan Buddha mengajarkan, bahwa segenap makhluk hidup yang ada di alam harus saling mengasihi. Agama Hindu mengajarkan, objek cinta adalah semua ciptaan Sang Hyang Widhi. Hampir semua kepercayaan mendefinisikan cinta merujuk pada tuhan dan ciptaannya.

Sejarah Cinta

Cinta juga mengalami transformasi dari abad ke abad. Cinta pada zaman dahulu, berbeda dengan cinta zaman sekarang. Berbeda dengan zaman sekarang, pernikahan adalah tujuan akhir dari sebuah hubungan romantis. Dahulu, cinta bukan pertimbangan menyatukan dua orang, beberapa negara pernikahan bersifat transaksional. Kekayaan dan kekuasan lebih diutamakan dari pada cinta. Namun, jika dilihat dari karya sastra puisi lama, emosi cinta sudah ada sejak zaman dahulu.

Unsur Cinta dalam Hubungan

Banyak orang bertanya-tanya mengenai arti cinta dalam suatu hubungan. Jawabannya ada pada unsur cinta berikut ini.

1. Kepedulian

Kepedulian adalah unsur utama dalam cinta. Jika sedang jatuh cinta pasti memperdulikan seseorang yang dicintai, seperti menjaga perasaannya. Seseorang pasti melakukan segala cara agar pasangannya selalu baik-baik saja. Bahkan mengorbankan kepentingan pribadi untuk memenuhi kebutuhan kekasihnya.

2. Kekaguman

Kekaguman sangat penting dalam cinta dan hubungan. Kekaguman bisa terhadap fisik, pemikiran, atau kepribadian.

Menyadari Emosi yang Bukan Cinta

Penting memahami yang bukan cinta pada suatu hubungan. Ketika sedang tertarik dengan seseorang, seringkali emosi yang berhubungan dengannya dianggap sebagai cinta. Butuh waktu lama untuk menyadari perasaan terhadap seseorang bukanlah cinta.

Berikut ini emosi yang sering dianggap sebagai cinta.

1. Cinta Bukan Nafsu

Ungkapan "Cinta pada pandangan" pertama sering kali didengar. Nyatanya, cinta bukan sesuatu yang instan. Rasa ketertarikan kuat pada seseorang yang baru ditemui merupakan kegilaan dan kemistri seksual. Cinta memang termasuk dalam kemistri seksual, tapi butuh waktu untuk membangun perasaan tersebut. Sedangkan nafsu dapat muncul dalam sekejap.

2. Tidak Semua Hubungan Disebut Cinta

Belum tentu semua hubungan dilandasi dengan cinta. Apabila dalam kurun waktu lama, seseorang merasa bosan pada pasangan, artinya keduanya tidak bisa mengembangkan kasih sayang bersama.

3. Cinta Tidak Tumbuh dalam Sehari

Hubungan cinta tidak tumbuh dalam sehari. Benang-benang cinta butuh waktu lama untuk dijalani bersama hingga membentuk ikatan kuat. Cinta berakar dari pasangan yang saling berbagi pemikiran, ketakutan, impian, dan harapan. Nikmati prosesnya, jangan terburu-buru mencintai maupun membenci.

4. Cinta Tidak Hanya Terjadi Sekali

Bicara tentang belahan jiwa, nyatanya manusia dapat jatuh cinta berkali-kali. Misalnya, dikhianati mantan kekasih, rasa cinta padanya sudah pasti hilang. Hati manusia bisa menerima orang baru dan jatuh cinta kesekian kalinya, meskipun membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Begitu pula di dalam rumah tangga, istri bisa berulang kali jatuh cinta pada suaminya.

Itulah makna cinta dalam sebuah hubungan, dan bisa disimpulkan cinta merupakan emosi yang komplek dan setiap orang berbeda cara mendalaminya. Namun, kebingungan akan makna cinta sebenarnya dapat ditemukan seiring berjalannya waktu.