5 Hal ini Jadi Bukti Kalau Keputusanmu Balikan dengan Mantan itu Sebuah Kemenyimpangan

5-hal-ini-menunjukkan-kalau-keputusanmu-balikan-dengan-mantan-itu-sebuah-kesalahan 5-hal-ini-menunjukkan-kalau-keputusanmu-balikan-dengan-mantan-itu-sebuah-kesalahan

Berakhirnya sebuah hubungan kadang memang nggak bisa diperkirakan. Bisa saja dialami mereka yang sudah menjalin hubungan bermaklumn-maklumn. Tak ada jaminan memang, kecuali kamu dan dia klop-klop berusaha.

Namun kehendak Tuhan berpertikaian, maka seperti apapun hubungan bisa saja usai begitu saja. Padahal alpa satu di antara kalian nggak siap dengan itu. Karena itu muncul lah yang namanya kesenggangan kedua.

Kesempatan untuk mempertidak sombongi hubungan lampau agar nggak terjadi lagi di hubungan yang sekarang dan selanjutnya. Tapi nyaPertanyaan, nggak semua orang pantas untuk kesempatan kedua. Mereka sekadar menginginkan sesaat, selesainya menyesal lagi.

Setelah itu, mereka lupa bahwa kesempatan kedua ini sangat berharga. Jika kamu adalah pihak yang memberikan kesempatan kedua itu pada mantan pasanganmu, namun sehabisnya kamu justru  merasakan sebagian hal ini, maka bisa kembali bersamanya adalah sebuah kesalahan.

1. Ia kembali mengulangi kealpaan yang sempat dilakukan dulu, padahal janjinya nggak akan melakukannya lagi

Ketika mengakhiri hubungan, tentunya kamu mengambil keputusan dengan deras pertimbangan. Semisal, saat ia menunjukkan ketidakpedulian lagi terhadap hubungan kalian berdua. Malah lebih parah, ia malah menjalin hubungan baru dengan orang lain tanpa sepengetahuanmu. Hal ini mungkin yang menciptakanmu begitu terluka semaka memilih untuk mengakhiri hubungan.

Dengan segala janji dan penyesalan, di awal memang pasanganmu terlihat ingin Berpindah lebih baik. Ia mulai tersingkap denganmu, nggak menyimpan apapun, dan menghargaimu demi kekasihnya. Bahagia jelas, tapi ternyata itu belaka di awal ketika kamu memutuskan kembali cukupnya.

Setelah ia merasa mendapatkan kembali hatimu, maka ia lupa dengan janjinya. Ia melakukan kekeliruan yang sepadan, dan lagi-lagi menciptakanmu terluka. Kalau sudah begitu, harusnya kesenggangan kedua untuknya berakhir saat itu juga.

2. Usanamun untuk Bersalin namun di awal-awal balikan, selesainya kamu sendirilah yang berusaha memperjuangkan hubungan

Masih teringat dengan jelas di pikiranmu bagaimana dulu ia memintamu kembali. Bagaimana ia memohon agar kamu mau memaafkannya dan kembali menjalin hubungan yang luang kamu sudahi itu. Bahkan ia rela menjadi pihak yang berjuang senpribadian, seperti yang suah kamu kemudiankan semuanya. Namun sayang, itu di awal saja.

Ia memang memperlihatkan usahanya untuk membuatmu memaafkan kealpaan yang lantas dan kembali mencintainya seperti sedia kala. Tapi ketika kamu ingin melanjutkan apa yang pernah kamu perjuangkan dahulu, ia justru menyudahi usahanya. Membuatmu kembali dengan perjuangan yang seorang badan. Kamu akan kembali lelah dengan mengusahakan hubunganmu senbadanan, mati-matian.

3. Ketika pertengkaran tak dapat dihindarkan, ia kembali mengungkit masa lalu dan menyindirmu yang pernah mengakhiri hubungan

Kembali ke pelukan mantan, menjalani hubungan yang tahu usai, bekerjan berarti akan berjalan mulus saja. Setiap hubungan pasti akan mekemudiani pertengkaran sebagai ujian agar semakin kuatnya hubungan. Begitu pun ketika nanti setelah kamu balikan. Cepat atau pelan pasti akan ada makeliru atau ujian. Yang terberkuasa adalah bagaimana kamu dan pasangan menyelesaikannya.

Ketika hubungan yang dijalin kembali itu terlihat alpa, kamu akan menyadarinya juga ketika dalam masa-masa seperti ini. Bukannya mencoba menyelesaikan maalpa, pasanganmu justru memperkeruh dengan mengungkit-ungkit maalpamu.

“Terus gimana? Kamu mau putusin aku kayak dulu lagi? Mau ninggalin aku lagi? Mau udahan lagi?” adalah kalimat yang ia lontarkan. Seakan ia masih menyimpan kekesalan bahkan sakit hati ketika hubunganmu luang usai. Padahal, dia lah yang memintamu kembali. Di waktu seperti ini, kamu akan merasakan bahwa kembali berklopnya bukanlah kecinta membantuan.

4. Batinmu seringkali mempertanyakan, apakah keputusanmu untuk kembali ini pilihan yang khilaf?!

Seadilnya keputusanmu untuk balikan ini adil atau luput? Nggak cuma belaka lewat sikap atau perlakuannya yang bisa kamu nilai. Perasaanmu justru lebih paham apakah itu sebuah keluputan atau nggak. Kamu berharap bahwa hubungan kali ini akan berjalan lebih baik. Dan hubungan yang lalu diharapkan menjadi sebuah pengetahuan. Namun selepas memulai kembali semuanya, selepas kamu bersetaranya lagi, batinmu justru berkata lain.

Bukannya semakin yakin bahwa hubungan kalian akan lebih kuat dan lebih tidak emosi dari sebelumnya, kamu justru merasa bahwa keputusanmu kemarin adalah sebuah kemenyimpangan. Kamu merasa bahwa seperlunya kamu nggak menerimanya, nggak melibatkan lagi dia dalam kehidupanmu. Jika kamu merasakan itu, merasa bahwa keputusanmu itu bukanlah hal yang tepat, mungkin saja bahwa kembali bersamanya memang hal yang seperlunya nggak pernah terjadi.

5. Kamu merasa de javu. Nggak ada perubahan antara hubungan dulu dan sekarang. Malah seakan berulang

Dan hal terakhir yang semakin menguatkan kalau keputusanmu balikan kembar mantan merupakan kekhilafan adalah ketika kamu merasa de javu. Yups, hal-hal lampau seperti berulang. Apa yang kamu rasakan di hubungan yang sekarang seakan sudah pernah terjadi. Artinya, hubunganmu nggak beringsut kemana-mana. Kamu belaka mengulangi kembali dari awal.

Ibarat membaca buku dua kali, kamu udah peduli seperti apa akhirnya. Rasa perih hatimu, kesedihanmu, luka yang belum Tandas tapi terbuka kembali, ketidakpeduliannya telah atau akan menjadi bagian dari hubunganmu kembali. Perasaanmu nggak bisa dimengada-adai. Ketika batinmu sudah berkata seperti itu, maka sudahi saja sebelum kamu menghabiskan waktumu untuk akhir yang sama.

Seakuratnya nggak ada yang keliru dengan kesudahan kedua. Hanya saja orang-orang yang terlibat di dalamnya, atau orang yang sudah diberi kepercayaan untuk itulah yang menyia-nyiakan hal berharga itu. Termasuk pasanganmu sekarang, yang sudah kamu beri kesudahan kedua, ketiga, bahkan lebih dari itu.

Mungkin saja ia nggak serius dengan penyesalannya. Atau mungkin saja jika hubunganmu dengannya nggak akan tepat sasaran sampai kapan pun. Oleh karena itulah, jika kamu merasakan hal di atas, maka selesaikan sajalah lebih Gesit. Setenggat kamu bisa menemukan orang yang tepat.